Beberapa Hal Tentang Burung Rajawali

Aku telah mendukung kamu di atas sayap rajawali
dan membawa kamu kepada-Ku.”
  • Rajawali adalah burung yang secara luas dianggap memiliki penglihatan yang sangat baik dibandingkan dengan manusia. Hal ini disebabkan oleh fotoreseptor di retina (lebih dari 1.000.000 per mm persegi untuk Buteo, sedangkan manusia hanya 200.000).
  • Rajawali adalah burung yang terkenal dengan ketangguhannya menghadapi badai. Ketika badai, Rajawali tidak menghindarinya, ia justru terbang menembus ke atas badai hingga mendapatkan arus udara yang tenang.
  • Kekuatan sayapnya memampukan burung Rajawali terbang tinggi.
  • Rajawali terbang melayang dengan memanfaatkan arus udara di ketinggian, sehingga tidak mudah lelah.
  • Inderanya sangat tajam untuk mengejar mangsanya.
  • Ketika anak-anak Rajawali lahir, induk burun Rajawali ini menjagai, melindungi dan membawa makanan untuk anak-anaknya.
  • Induk burung Rajawali punya caranya sendiri untuk mengajari anak-anaknya terbang. Ia mengguncang sarang anak-anaknya sehingga burung Rajawali kecil terlempar ke luar dari sarang. Dalam keadaan panik, anak-anak rajawali akan mengepak-ngepakkan sayapnya. Ketika mereka mendekati tanah, induk burung Rajawali menukik tajam dan memberikan punggungnya sebagai tempat mendarat anak-anaknya dan kembali membawa anak-anaknya ke sarang mereka di puncak. Begitu seterusnya hingga sayap burung anak-anak rajawali itu terlatih mengepak serta menjadi kuat dan mampu terbang sendiri.
  • Rajawali selalu membangun sarang di pohon yang tinggi di puncak bukit yang tinggi dan terjal. Ini memudahkan burung Rajawali mengamati mangsanya. Sarang rajawali sangat besar, sehingga manusia pun dapat tidur di dalamnya. Sarang itu beratnya bisa mencapai 700 kg.
  • Seekor rajawali dewasa memiliki tinggi badan sekitar 90 cm dan bentangan sayap dapat mencapai 2 m. Rajawali mengalami proses yangg panjang seumur hidupnya, karena rajawali bisa hidup sampai 120 tahun lamanya.
  • Ketika berumur 40-60 tahun paruh rajawali sudah sangat bengkok dan panjang hingga mencapai lehernya. Ini menyulitkan burung ini untuk makan. Cakar-cakarnya sudah tidak tajam. Bulu pada sayapnya sudah sangat tebal sehingga ia sulit untuk dapat terbang tinggi. Ia memerlukan transformasi tubuhnya.  Ia akan mencari tempat tinggi dan tersembunyi di puncak gunung dan membangun sarang di situ. Ia berdiam di situ, membiarkan bulu-bulunya rontok sehelai demi sehelai. Pada periode ini rajawali mengalami proses yg menyakitkan kira-kira 1/2 – 1 tahun lamanya. Ia akan mematuk-matuk paruhnya pada bebatuan di gunung sehingga paruhnya lepas. Setelah beberapa lama paruh baru nya akan muncul, dan dengan menggunakan paruhnya yang baru itu ia akan mencabut kukunya satu persatu-satu dan menunggu hingga tumbuh kuku baru yang lebih tajam. Dan ketika kuku-kuku itu telah tumbuh ia akan mencabut bulu sayap nya hingga rontok semua dan menunggu bulu-bulu baru tumbuh pada sayapnya. Rajawali menjalani proses yg menyakitkan itu dgn sikap tabah. Setiap hari ia membiarkan matahari menyinarinya utk mempercepat proses penyembuhan tubuhnya. Melalui proses ini, bulu-bulu baru pun kemudian tumbuh di tubuhnya. Setelah itu sang rajawali akan menerima kekuatan yg baru, sehingga ia mampu bertahan hidup 70 – 120 tahun.

http://infosituskristen.blogspot.co.id/2015/06/beberapa-hal-tentang-burung-rajawali.html

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan