Pembangunan Draenase Kampung Paduan Rajawali Tahun 2018

paduanrajawali.desa.id (Minggu 05/08/2018), Prioritas pembangunan fisik di Kampung Paduan Rajawali saat ini adalah draenase dan gorong – gorong. tahun ini pembangunan draenase atau saluran  berada di dusun 3 dan dusun 2  guna mengantisipasi luapan air.

Proses Penggalian Siring secara Padat Karya dok. Kakam

Kepala Kampung (kakam) Paduan Rajawali Bpk. Heriyantoni menyebutkan alasan pembangunan draenase dan gorong-gorong menjadi prioritas “Untuk siring (draenase), sangat diperlukan warga. Karena beberapa titik, belum ada siring,” katanya.

Minimnya draenase yang dimaksud menurut Kakam, menyebabkan lupaan air hujan yang mengalir ke Jalan, sehingga badan jalan cepat rusak, Oleh karena itu kata kakam, pembuatan saluran air (draenase permanen) menjadi pilihan pada program pembangunan tahun 2018. disamping itu juga draenase dibangun untuk menjaga kondisi jalan lapen yang baru dibangun oleh dinas PU.

Gorong – gorong dibangun guna memperlancar saluran air, sehingga air tidak lagi membludak ke jalan, namun pembangunan gorong – gorong dananya belum di cairkan nanti di tahap 3.

Dipembangunan yang dananya bersumber dari dana desa di tahun ini harus ada padat karya tunai.

Padat karya merupakan kegiatan pembangunan  yang lebih banyak menggunakan tenaga manusia jika dibandingkan dengan tenaga mesin. (Menggunanakan tenaga manusia dalam jumlah besar).

PADAT KARYA TUNAI, merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat marginal/miskin yang bersifat produktif berdasarkan pemenfaatan sumber daya alam,tenaga kerja,dan teknologi lokal dalam rangka mengurangi kemiskinan,meningkatkan pendapatan dan menurunkan angka stunting.

Proses Penggalian Siring secara Padat Karya dok. Kakam

Setiap Desa Penerima Dana Desa Wajib  Meng Alokasikan  Minimal 30 % dari Alokasi Kegiatan  Pembangunan Desa  Digunakan Untuk Upah Pekerja (HOK).

Proses Penggalian Siring secara Padat Karya dok. Kakam

Salah satu untuk memenuhi 30% yaitu penggalian siring draenase..

Proses Penggalian Siring secara Padat Karya dok. Kakam

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan